Pop-Up Book sebagai Alat Peraga Pembelajaran bertemakan Märchen di SAC Sastra Jerman

Authors

  • Ervin Adi Ramadhani Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.63011/js.v2i2.44

Keywords:

Pop-Up Book, Märchen, Learning Aids, German Literature, Research and Development

Abstract

Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas Pop-Up Book sebagai alat bantu pembelajaran Märchen di Self Access Center (SAC) Sastra Jerman bagi mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Jerman. Latar belakang penelitian ini adalah pembelajaran Märchen yang cenderung bersifat konvensional, kurang interaktif, serta sulit memvisualisasikan cerita, sehingga menurunkan minat dan pemahaman mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 20 mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah Deutsch Literatur dan Literaturgeschichte. Data dikumpulkan melalui angket pra-penelitian dan wawancara pasca-penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pop-Up Book terbukti efektif dalam meningkatkan interaktivitas, memfasilitasi visualisasi, mengurangi kebosanan, serta membantu pemahaman budaya dan kosakata bahasa Jerman, meskipun terdapat kekhawatiran terkait daya tahan media dan relevansinya di era digital. Sebagai simpulan, Pop-Up Book direkomendasikan sebagai media pembelajaran kreatif, dengan saran untuk memperkaya konten visual-interaktif, menyesuaikan tingkat kesulitan, menambahkan fitur audio atau kuis, serta meningkatkan ketahanan media.

References

Aini, A., Jaelani, S., Yusri, A., & Nazri, M. (2023). An Analysis Of Students' Interest In Learning English Through Pop Up Book Media. Jurnal Pendidikan Dan Sastra Inggris, 128-136.

Aini, D. N. (2023). Visualisasi Teks ke Gambar dengan Kekuatan Ai Art Generator: Potensi atau Masalah? SELASAR 7, 1-12.

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. In A. Anggito, & J. Setiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif (pp. 214-221). Sukabumi: CV. Jejak.

Arsyad, A. (2020). Media Pembelajaran. PT RajaGrafindo Persada.

Branch, R. M., & Dousay, T. A. ((2015). ). Instructional Design: The ADDIE Approach. Springer.

Fakhrunnisaa, N. (2023). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Pop-Up Book Pada Pelajaran Bahasa Arab Kelas X. . Lisan An Nathiq: Jurnal Bahasa dan Pendidikan Bahasa Arab, 5(2), 231-243.

Fauziah, N. R., & Suryani, N. (2021). (2021). Pengembangan Media Pembelajaran Pop-Up Book pada Materi Sistem Pencernaan Manusia Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(3), 1185-1194. Jurnal Basicedu, 5(3), 1185-1194.

Heinrich, H. (1971). Deutsche Literaturgeschichte. 40. Auflage. Drmstadt: WinklersVerlag.

Kartini, K., Bakri, M., & Tambing, J. (2024). Pengembangan Media Pop Up Book untuk Penguasaan Kosakata Siswa Kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Negeri Palopo. Pragmatik: Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan, 2(4), 337-349.

Nurgiyantoro, B. (2022). Stilistika. Gadjah Mada University Press.

Portelli, A. (2017). Oral history as genre. In Narrative and genre (pp. 23-45). Routledge.

R., B. W., & D., G. M. (2003). Educational Research: An Introduction (7th ed.). Allyn and Bacon.

Santoso, B. (2021). Sastra dan Realitas Sosial: Kajian Hermeneutika Teks-teks Kontemporer. Gadjah Mada University Press.

Sari, M., & Oktaviani, S. (2021). Pemanfaatan Karya Sastra dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 9(2), 187-196.

Smaldino, S. E., Lowther, D. L., Mims, C., & Russell, J. D. (2020). Instructional Technology and Media for Learning (13th ed.). Pearson Education.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wild, K. (2022). Reimagining the Fantastic: Contemporary Approaches to Fairy Tale Studies. Cambridge University Press.

Zipes, J. (1987). Fairy Tales and the Art of Subversion: The Classical Genre for Children and the Process of Civilization. New York: Routledge.

Downloads

Published

21-02-2026