Simbol dan Kritik Sosial dalam Puisi “Das Brot Des Volkes” Karya Bertolt Brecht dan Penerapannya dalam Mata Kuliah Literatur und Gesellschaft

Authors

  • Nisa Ushwatun Kholipah Universitas Negeri Malang
  • Dudy Syafruddin Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.63011/js.v2i3.61

Keywords:

Jerman Timur, Kritik Sosial, Simbol

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan simbol dalam puisi Das Brot des Volkes karya Bertolt Brecht yang merepresentasikan kesenjangan sosial pada masyarakat Jerman Timur (DDR) serta menganalisis penerapannya sebagai modul pembelajaran dalam mata kuliah Literatur und Gesellschaft. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Michael Riffaterre melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik. Data penelitian diperoleh dari teks puisi Das Brot des Volkes dan hasil penerapan modul pembelajaran yang dikumpulkan melalui close reading, observasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol Brot merepresentasikan keadilan sosial sebagai kebutuhan dasar masyarakat, sedangkan simbol Hunger dan Unzufriedenheit menggambarkan penderitaan serta ketidakpuasan sosial akibat ketidakadilan. Sementara itu, simbol Liebe dan Wissen menunjukkan nilai kemanusiaan yang menjadi dasar terciptanya keadilan. Simbol-simbol tersebut merefleksikan kesenjangan sosial dalam kehidupan masyarakat Jerman Timur. Hasil analisis puisi kemudian diterapkan dalam pembelajaran Literatur und Gesellschaft melalui model Case-Based Learning. Penerapan modul menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami simbolisme, kritik sosial, dan hubungan antara karya sastra dengan realitas sosial. Dengan demikian, karya sastra dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran untuk mengembangkan kesadaran sosial mahasiswa

References

Arfan, K. (2013). Analisis semiotika riffaterre dalam puisi.

Djoko Damono, S. (2011). Pengarang, Karya Sastra Dan Pembaca. Lingua: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 1(1), 22–37.

Eva Weddakarti1),* , Silvia Rahmi Ekasari1) , Adi Candra Kusuma1), H. P. (2023). Validitas Modul Ajar Kemampuan Berfikir Kritis melalui Case Based Learning untuk Mahasiswa. Jurnal Pendidikan MIPA, 12(1), 1–7.

Hamdi, Halim, A., & Pontas, K. (2015). Pendidikan Mipa Fkip Unigha Sigli. 03(02), 22–34. https://journal.unismuh.ac.id/index.php/jpf/article/view/3442

Inayati, T., & Nuryatin, A. (2016). Simbol dan Makna pada Puisi Menolak Korupsi Karya Penyair Indonesia. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(2), 163–171.

Irmayani, N., Al, U., Mandar, A., Al, U., & Mandar, A. (2020). Analisis Kritik Sosial Kepada Pemerintah Dalam Puisi Esai “ Aborsi Di Palippis ” Karya Syuman Saeha. 5(2), 289–297.

Jamil, M., Ahsan, M., Rizal, S., & Malang, U. A. (2024). Relevansi Ideologi dan Estetika dalam Karya Sastra Pada Puisi Lekra ( Lembaga Kebudayaan Rakyat ). 4, 7537–7546.

Latifah, E. N. (2017). Metafora Dalam Album Lagu Unter Dem Eis Karya Eisblume Skripsi. 1–59.

Ledwoń. (2024). Bread and water as metaphors for the word of God in the four Gospels. 109–135. https://doi.org/10.21906/rbl.287

Luthfialana, M., & Hasyim, M. (n.d.). Abdul Muntaqim Al Anshory 1 ©Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. 6(1). https://doi.org/10.26499/bah

Nala, F., Katolik, U., & Santu, I. (2025). Esensi Karya Diakonia Gereja. 25(1), 120–138.

Nasution, A. F. (2003). Metode penelitian kualitatif.

Noor, R. (2019). Fungsi Sosial-Kultural Sastra. Nusa, 14(2), 206–216.

Poppy Anggraeni1), A. A. (2018). Kesesuaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Dan Proses Pembelajaran. 6(2), 55–65.

Pradopo, R. D. (1999). Semiotika: Teori, Metode, Dan Penerapannya Dalam Pemaknaan Sastra. Jurnal Humaniora, Vol.11 No., 76–84. http://portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=2865

Rosyidah, T. H., Siswanto, W., Basuki, I. A., Harsiati, T., & Karkono.(2025). Assess-ment of Expressiveness in Poetry Reading Instruction Using the Historical Spice Route as Stimulus. International Journal of Pedagogical Language, Literature, and Cultural Studies. Nexus Publishing. ISSN: 3047-2202. Pages 95-102. doi: https://doi.org/10.63011/ip.v2i2.47

Setyana, Y. B. (2015). Dekonstruksi Pada Peran Tokoh Utama Dalam Novel Rabet : Runtuhnya Jerman Timur. Dialektika: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, Dan Matematika, 1(2), 158–172.

Soleha1 , Kamal Yusuf2, S. (2025). Representasi Keadilan sosial dalam cerpen “Nampan dari Surga “ Karya Yusuf Idris Soleha1. 452–464.

Susilowati, Y. (2021). Ketidakadilan Dalam Puisi “Tanah Air Mata” Karya Sutardji Calzoum Bahri. LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia Dan Daerah, 11(1), 43–52. https://doi.org/10.23969/literasi.v11i1.3648

Suwarna, D. (2022). Ambiguitas Sebagai Persoalan Bahasa Dan Tanda Baca. Media Bahasa, Sastra, Dan Budaya Wahana, 28(1), 618–623. https://doi.org/10.33751/wahana.v28i1.5222

Widiawati, W. S. S., & Fajaroh, F. (2015). Pengaruh Problem Solving Berkelompok Terhadap Motivasi Belajar , Kemampuan Berpikir. Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 21(1), 106–114.

Wijaya, H. (2016). Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Konstruktivis Siswa Kelas V. Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran, 4(02), 147–155. https://doi.org/10.25273/pe.v4i02.314

Zahro’, F. (2022). Semiotika Michael Riffaterre Dalam Puisi Fî ‘Ainika Unwanî Karya Faruq Juwaidah. 4(1), 75–93. https://doi.org/10.21154/tsaqofiya.v4i1.81

Downloads

Published

18-06-2026